Bolehkah Orangtua Mengaqiqahkan Anak Angkat Dalam Islam?

Bolehkah Orangtua Mengaqiqahkan Anak Angkat Dalam Islam?

Bila sebuah keluarga dikaruniai seorang anak, maka, orangtuanya wajib mengakikahi si anak. Biasanya, aqiqah dilakukan pada hari ketujuh setelah anak lahir. Namun, itu berlaku untuk anak kandung atau anak sendiri. Sedangkan, mungkin sebagian orang awam merasa kebingungan ketika dihadapkan dengan persoalan aqiqah, sementara itu, anaknya adalah hasil adopsi atau anak angkat. Bagaimana cara mengakikahinya , apakah orangtua angkat bisa melakukannya atau harus orangtua kandungnya sedangkan mereka tidak mengetahui orangtua aslinya.

Dari segi hukum, aqiqah merupakan tanggung jawab orangtua yang memberi nafkah kepada anaknya. Bisa jadi kakek atau orangtua kandung, termasuk orangtua angkat. Hal ini didasarkan dari pendapat mazab safiiyah. Dari Samurah bin Judub RA, Nabi Muhammad SAW bersabda;

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih sebagai aqiqah untuknya di hari ketujuh. (HR. Abu Daud 2838, Turmudzi 1522, dan disahihkan al-Albani)

Menafsirkan sabda Rasulullah SAW diatas. Syaikh Dr. Muhammad Ali Ferkus menyimpulkan bahwa orang yang mengakikahkan si anak, boleh dilakukan kerabat terdekat, selain kedua orangtuanya, termasuk orang lain.

Aqiqah untuk Anak Angkat

Berdasarkan uraian sebelumnya, orangtua angkat boleh mengakikahkan anak angkatnya atas izin dari orangtua kandungnya. Syaikh Dr.Muhammad Ali Ferkus mengatakan;

“Yang benar, boleh mewakilkan ke orang lain untuk ibadah maliyah, setelah orangtua angkat mendapatkan izin dari ayah kandungnya, itupun jika ayah kandungnya masih hidup.”

Ada juga fatwa lainnya dari Syabakah Islamiyah, terkait mengakikahkan anak orang lain / anak angkat. Syabakah Islamiyah mengatakan;

“Tidak masalah bagi orangtua angkat ataupun ayah kandungnya, ketika orangtua angkat menyediakan dana ini untuk aqiqah, selama pada waktu orangtua angkat mengakikahi anak angkat tersebut dengan izin dari ayah kandungnya. Ini seperti utang yang digugurkan orang lain atas Namanya.”

Jadi, untuk pembaca yang berniat mengadopsi anak angkat atau sudah memiliki anak angkat, Anda dapat mengakikahkan anak angkat tersebut karena memang diperbolehkan sesuai dengan uraian dalam artikel ini. Akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda.

 

 

 

Hikmah Melaksanakan Aqiqah

Halo, sahabat Zaqiqah!

Kali ini kita akan membahas hikmah apa saja jika kita melaksanakan aqiqah. Mau tau kan? Yuk simak penjelasannya!

Hikmah Melaksanakan Aqiqah

Hikmah melaksanakan aqiqah pada anak sebagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah dengan lahirnya sang bayi. Aqiqah juga sebagai sarana berbagi rasa gembira dalam melaksanakan syariat islam dengan bertambahnya keturunan orang islam yang akan memperbanyak umat Rasulullah Shallalahu Alaihi Wasallam.

Berikut ada 5 poin utama pada hikmah aqiqah :

  1. Pembebasan bayi yang baru lahir

Salah satu hikmah aqiah, bayi dibebaskan dari gangguan. Baik lepas dari status tergadai maupun dari gangguan rambut yang lahir. Melalui proses pencukuran, kepala bayi akan bersih dari najis dan kotoran yang tertempel di rambut saat proses kelahiran.

  1. Menyambut bayi sesuai tuntunan islam

Sebelum islam datang terkait aqiqah, secara turun menurun telah dilakukan tradisi penyambutan bayi baru lahir. Pada upacara jahiliyah, orang tua memotong kambing dan melumurkan darah kambing ke kepala bayi. Namun saat islam hadir ada tata cara aqiqah berupa pemotongan kambing dan pencukuran rambut. Dengan begitu, menyambut bayi dengan aqiqah menjadi koridor yang baik dan benar sesuai tuntunan islam.

  1. Silaturahim dan sedekah

Setelah memotong kambing, daging kambing lebih disukai untuk menjadi sedekah atau diamalkan kepada siapa saja. Olahan daging kambing juga dapat dihidangkan kepada keluarga, teman dan tetangga yang berkunjung.

  1. Tahadduts bin ni’mah

Hikmah selanjutnya, memberikan kabar gembira mengenai kelahiran bayi. Dalam aqiqah, pihak keluarga bayi bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain dan mensyukuri nikmat kelahiran anak melalui pembagian daging kambing

  1. Mengalirkan doa yang baik terhadap bayi

Doa dari orang-orang yang hadir atau menerima daging kambing, akan mengalir untuk bayi yang lahir. Doa-doa tersebut tentu memiliki kekuatan yang sulit dibayangkan oleh akar pikiran. Yang kita yakini, tidak akan kecewa ketika berharap hanya kepas Allah swt. Allahu alam.

Jasa Aqiqah Legok

Selamat Atas Kelahiran Putra/Putri Ayah Bunda, semoga menjadi Anak yang sholeh dan shalilah, ayah/bunda sedang merencanakan aqiqah untuk buah hati tercinta, merencanakan aqiqah yang praktis (dipotongin,dimasakin,dianterin), kami zaqiqah menyediakan jasa aqiqah legok yang simpel dan lakukan sesuai sunah dan syari’at.

pada sunahnya memang aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh, namun karena kondisi ayah/bunda yang sibuk mengurus pasca kelahiran buah hati sehingga ayah/bunda tidak sempat untuk mengurusnya,untuk memberikan kemudahan ayah/bunda yang tinggal di [pgp_kota_tangerang],tangerang untuk melaksanakan ibadah aqiqah anak.karena itu zaqiqah hadir untuk jasa layanan aqiqah [pgp_kota_tangerang]

 

LAYANAN AQIQAH DI ZAQIQAH

kami memberikan layanan aqiqah berupa pemotongan kambing aqiqah, memasak hewan aqiqah dan layanan antar gratis sampai ke rumah ayah/bunda,di saat hari raya idul adha kami juga menyediakan hewan qurban.

 

Harga Aqiqah

ini daftar harga kambing aqiqah dengan berbagai tipe kambing mulai dari 1.250.000,- sudah termasuk biaya masak untuk olahan kambing.untuk daftar lengkap ayah/bunda dapat membacanya di : HARGA PAKET AQIQAH TANGERANG.

 

dengan berbagai tipe ukuran hewan kambing yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan aqiqah ayah/bunda.

 

KENAPA HARUS MENGGUNAKAN JASA ZAQIQAH UNTUK AQIQAH.

 

PEMOTONGAN HEWAN AQIQAH

ayah/bunda tidak perlu khawatir dalam pemotongan kambing untuk aqiqah, karena kami siap memotong kambing sesuai dengan syariat agama.

 

baca juga :Kenali Syarat Jenis Hewan Aqiqah

 

ayah/bunda sudah mengetahui jenis hewan aqiqah yang akan dipotong untuk aqiqah, ayah bunda dapat memilih sendiri kambing untuk aqiqah di lokasi kandang zaqiqah yang terletak di daerah curug tangerang untuk membangun rasa kepercayaan ayah/bunda menggunakan jasa aqiqah dari kami.

 

 

MASAKIN DAGING AQIQAH

setelah pemotongan kambing aqiqah, kami juga akan memasakan daging kambingnya, kami akan menyajikan olahan daging kambing dalam bentuk gulai/sop serta sate, untuk rasa ayah bunda tidak perlu khawatir karena dari banyak konsumen zaqiqah semua bilang enak.

 

DIANTERIN

kami menyediakan layanan antar gratis aqiqah sampai ke tempat ayah/bunda tepat waktu sebelum acara aqiqah berlangsung, kami juga siap untuk mengantarkan makanan ke yayasan atau panti asuhan sesuai kesepakatan ayah/bunda.

 

 

PESAN LAYANAN AQIQAH LEGOK

Nah sekarang ayah bunda sudah mendapatkan informasi tentang jasa aqiqah, dan dapat memesan jasa aqiqah legok melalui whatsapp di wa.me/6285780652005

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Aqiqah

Assalamu’alaikum semuanya! Beberapa waktu yang lalu kita merayakan Hari Idul Adha. Idul Adha identic dengan penyembelihan qurban. Nah, tahukah kamu bahwa ada perayaan lain yang identik dengan penyembelihan hewan qurban? Yup, jawabannya ialah Aqiqah.

Apa itu Aqiqah?

Aqiqah adalah perayaan dimana para orang tua melaksanakan penyembelihan hewan qurban dalam rangka rasa syukur atas kelahiran sang bayi. Namun, apakah Aqiqah hanya sebatas penyembelihan hewan qurban saja? tentunya tidak. Di artikel kali ini, kita akan membahas mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam Aqiqah. Apa saja itu? Yuk, simak pembahasan di bawah ini.

Memahami syarat dan ketentuan hewan qurban

Dalam Aqiqah, kita tidak boleh sembarangan memilih hewan qurban. Hewan qurban harus berupa hewan seperti unta, kambing, sapi, atau domba. Masing-masing memiliki ketentuan usia minimal. Contohnya kambing, usia minimal harus 1 tahun, unta minimal 5 tahun, sapi 2 tahun, dan domba 6 bulan. Jenis kelamin disarankan jantan. Jumlah hewan qurban (kambing) bagi anak laki-laki ialah 2 ekor, sedangkan bagi anak perempuan ialah 1 ekor. Hewan qurban pun harus sehat dan bebas penyakit/cacat.

Baca Juga : Hikmah Melaksanakan Aqiqah

 Memahami kapan Aqiqah dilaksanakan

Sesuai syariat Rasul, Aqiqah dilaksanakan 1 minggu atau 7 hari setelah hari kelahiran bayi. Meskipun demikian, Aqiqah diperbolehkan dilakukan di minggu ke-2 atau ke-3 setelah kelahiran bayi. Bahkan, jika keadaan ekonomi keluarga tidak mendukung, maka Aqiqah tidak bersifat wajib. Oleh karena itu, Aqiqah dilakukan bagi yang mampu.

Memahami hasil pembagian hewan qurban

Setelah hewan qurban disembelih, hasil sembelihannya harus segera dibagikan. Namun, hasil yang dimaksud adalah hasil yang sudah “jadi” atau matang. Kepada siapa saja? tentunya kepada tetangga ataupun kerabat.

Memahami proses pencukuran rambut bayi dan pemberian nama bayi saat aqiqah

Selain penyembelihan dan pembagian hewan qurban, ada tradisi lain yang dilakukan yaitu tradisi mencukur rambut bayi dan pemberian nama bayi saat aqiqah. Untuk prosesnya, tidak dijelaskan tata cara pencukuran rambut bayi. Oleh karena itu, pencukuran dilakukan secara merata. Selain itu, pemberian nama diadakan sebagai bentuk rasa syukur dengan memberikan nama yang mempunyai makna baik.

Nah, itulah hal-hal yang harus diperhatikan dalam aqiqah, teman-teman! Sudah mengerti ‘kan? Mari ucapkan, alhamdulillah, semoga ilmu ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kenali Syarat Jenis Hewan Aqiqah

Assalamu’alaikum semuanya! Kali ini kita akan membahas tentang aqiqah lagi, nih. Sebelumnya kalian tahu tidak apa itu aqiqah? Aqiqah ialah suatu perayaan sebagai wujud syukur lahirnya sang bayi. Pada aqiqah, ada tradisi yang sangat terkenal, yakni pembagian daging qurban. Sama halnya seperti perayaan Idul Adha, aqiqah juga identik dengan hewan qurban. Namun, di zaman modern seperti sekarang ini, sudah banyak usaha yang mengurus aqiqah, sehingga kita bisa tinggal terima jadi.

Meskipun begitu, kita juga harus tahu syarat jenis hewan aqiqah. Apa saja itu? Yuk, simak baik-baik pembahasan di bawah ini.

Jenis Hewan Aqiqah

Dalam aqiqah, terdapat syarat jenis hewan yang digunakan/disembelih. Berdasarkan riwayat hadits, Rasulullah SAW menggunakan hewan kambing. Selain kambing, bisa juga menggunakan jenis hewan seperti domba, kibsy, ataupun gibas.

Rasulullah SAW bersabda:

Artinya:

“Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka semebelihlah jadza’ah dari domba.” (HR. Muslim no. 1963).

Selain itu, hewan aqiqah harus bebas dari penyakit ataupun cacat. Berdasarkan hadits riwayat Al Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhuma:

Artinya:

“Rasulul bersabda: “Ada 4 ciri hewan cacat yang tidak boleh digunakan sebagai qurban: (1) buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya; (2) sakit dan tampak jelas sakitnya; (3) pincang dan tampak jelas pincangnya; (4) sangat kurus sampai tidak punya sumsum tulang.”

Kriteria Umur dan Jenis Kelamin Hewan Aqiqah

Seperti halnya hewan qurban pada umumnya, hewan yang digunakan pada aqiqah harus berumur minimal 1 tahun untuk kambing. Untuk hewan seperti domba, minimal harus berusia 6 bulan. Untuk jenis kelaminnya, boleh menggunakan jantan maupun betina. Namun, lebih baik lagi jika menggunakan hewan aqiqah jantan.

Jumlah Hewan Aqiqah

Pada aqiqah, terdapat perbedaan jumlah hewan. Perbedaan ini didasari oleh gender (jenis kelamin) sang bayi. Jika bayi berjenis kelamin laki-laki, maka harus menggunakan 2 ekor kambing. Sedangkan untuk bayo perempuan menggunakan 1 ekor kambing saja. Besar hewan aqiqah pun harus sama. Namun, jika orang tua bayi laki-laki tidak mampu membeli 2 ekor kambing, maka diperbolehkan menggunakan 1 ekor kambing saja. Berdasarkan hadits riwayar Ibnu’ Abbas:

 

Artinya:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor gibas (domba).” (HR. Abu Daud no. 2841. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Jadi itulah syarat jenis hewan aqiqah. Semoga ilmu ini bermanfaat bagi kita semua, Aamiin.