ZAQIQAH

Apakah Boleh Baru Melaksanakan Aqiqah Saat Anak Sudah Dewasa?

Apakah Boleh Baru Melaksanakan Aqiqah Saat Anak Sudah Dewasa?

Semua orangtua pasti ingin mengaqiqahkan buah hati kesayangannya sesuai tuntunan syariat Islam. Namun, setiap keluarga tentunya mempunya latar belakang yang berbeda dalam hal finansial. Bagi keluarga yang mampu, tentu bukan menjadi perkara yang besar, bagi mereka melaksanakan aqiqah untuk si kecil merupakan hal mudah.

Namun, berbeda dengan keluarga yang finansialnya berkekurangan, sudah bisa memenuhi kebutuhan harian saja sudah sangat bersyukur. Tapi, sebagaimana orangtua pada umumnya, mereka juga pasti ingin mengusahakan agar anaknya bisa diaqiqahkan suatu hari bila sudah memiliki finansial yang memadai karena aqiqah memang merupakan hak si anak.

Bila orantua baru memiliki finansial yang memadai saat anak dewasa apakah boleh mengaqiqahkan anak? Mari kita bahas perkara satu ini apakah boleh atau tidaknya.

Salah satu hak anak selepas ia dilahirkan dan belum mencapai usia balig adalah memberikan aqiqah untuk si anak. Ibadah aqiqah ini dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah atas kelahiran anak dengan selamat dan sehat.

Baca Juga : Hikmah Melaksanakan Aqiqah

Hukum aqiqah sendiri adalah sunah muakkad yang dianjurkan kepada orangtua untuk dilaksanakan jika memang memiliki kelapangan harta. Sedangkan untuk hewan yang disyariatkan untuk aqiqah adalah kambing. Jumlahnya berbeda sesuai dengan gender si anak, untuk anak laki-laki, syarat aqiqahnya adalah dua ekor kambing. Berbeda dengan anak perempuan, untuk anak perempuan, cukup seekor kambing saja. Anjuran ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW:

“Barangsiapa yang ingin menyembelih untuk anaknya, maka hendaknya ia menyembelih untuknya. Untuk anak laki-laki, dua kambing dan untuk anak perempuan, seekor kambing.” (HR. Abu Daud).

Bila sewaktu kecil, waktu paling ideal untuk melakukan aqiqah adalah hari ketujuh setelah kelahiran anak, bila belum bisa dilangsungkan pada hari ketujuh, maka orangtua bisa mengadakannya pada hari ke 14, ke 21, atau pada saat orangtua sudah mampu. Pertanyaannya adalah bagaiamana bila orangtua baru mampu mengakikahkan saat anak sudah balig atau dewasa?

Jawabannya, Maftukhan dalam rubrik tanya jawab berjudul “Bolehkah Aqiqah di Usia Dewasa?”  di NU Online, menuliskan bahwa jika orangtua masih bersikeras ingin mengakikahkan anaknya yang sudah balig, ia dapat memberikan uang kepada anaknya agar dipakai membeli hewan yang akan disembelih untuk aqiqahnya. Pendapat ini bersandar pada dalil hadis berikut;

“Nabi SAW mengakikahi dirinya sendiri setelah ia diutus setelah ia diutus sebagai Nabi.” (H.R. Baihaqi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *